: Kepada Cinta (4)

I’m like a fool.

Advertisements

: Kepada Cinta (2)

“Kita harus berjuang”

“Kita harus bertahan”

“Kita harus terus berjalan”

Tanpa sepatah kata sesal, ini tak terjadi begitu saja.

Jakarta, 260219

hai, kamu!

hai!

iya kau, yang selalu duduk diujung sana.

iya kau, yang bingung lagi harus berkata apa.

tak bisakah sedikit membuka mulut dan bertanya :

‘halo, ada yang bisa aku bantu?’

atau mungkin sekedar kata maaf yang tak cuma dibibir saja.

hai, kamu.

aku menanti disini.

 

Jakarta,240818

Di depan stasiun kota

Ada yang bergerak menuju kearahmu

Ada yang menjauh tak tau arah laju

Sibuk sendiri menentukan waktu

Disatu sisi,

Hari terus menggerus dengan angkuh

“Apakah ada ragu?”

Tanyaku saat itu.

“Akan ada cara, untukku menujumu” jawabmu.

Sambil berlalu,

Ucapanmu terpatri didadaku

Sambil berlalu,

Ada harap bermekaran dipikirku.

Jakarta, 270618

Lewati kataku

Nyaris pada setiap jeda selalu ada wajahmu

Memandang balik kearahku

Dengan mata sayumu

Menggerogoti nadi hingga ulu hatiku

Mungkin selama ini aku lebih suka berteriak lantang

Tentang segala hal yang menurutku tak patut untuk dilakukan

Sedang kamu terus saja diam

Tanpa ada balas yang berkepanjangan

Oh, mungkin memang kamu tak suka berseteru

Tapi sungguh bukan karena itu.

Hatiku, fikirku, tak pernah bisa terbaca hanya dengan raut muka itu

Begitu juga denganmu

Melewati kata, meninggalkan rasa yang selalu terpendam

Mungkin dengan itu harap ada dan selamat

Tanpa takut memudar sebelum kiamat.

Jakarta, 290518

(per) tanya (an)

aku selau ingin menanyakan tentang banyak hal :

tentang kesedihan

tentang keraguan

tentang masa depan

yang mungkin banyak digandrungi orang

mengapa ia ada disana?

mengapa ia tak begini saja?

mengapa harus melakukan itu?

untuk apalagi?

terlalu banyak.

ada jawab, iya ada.

tapi berapa lama aku harus menantinya?

tetap saja aku akan bertanya.

semua tak akan selesai begitu saja.

akan terus ada, tanda tanya yang entah berasal darimana.

Jakarta,26/04/18