Kita berdua

Satu meja diujung

Menjadi saksi kisah tak berujung

Antara kita dan mereka

Dengan seribu bahasa yang berbeda

Mencoba mencerna setiap makna

Dengan ditemani kopi-kopi manja

Ah, alangkah nikmatnya berdua

Sekalipun yang dihadap tetap saja layar kotak

Tak apa, katanya

Asal kita berdua.

Jakarta, 311219

Bisikan sendu

Sudah cukup meringkuk dengan sedu sedan itu

Tak tahu lagi harus kemana kukembali

Melewati hari yang kian temaram

Dengan sepucuk korek api kutorehkan

Sedikit penerangan

Sedang yang disana sedang ribut bermuka masam

Menggerutu dalam diam

Hampir saja terjebur dalam kubangan sendiri

Ah sedih!

Tapi kemudian ada yang datang

Mengendap endap tak berpakaian

Berpeluh seperti tak layak mengeluh

Mungkin ia memang tangguh

Akupun berbisik

Meski dalam hati saja yang berisik

“Sudah diamkan saja”

Jakarta 201119

Kamu.

Memikirkannya saja aku seperti sudah tak kuasa

Tidak tau lagi bagaimana bisa aku akan hidup bersama slamanya

Ada hal hal yang samar yang mustinya bisa saja dilakukan

Bukan tentang aku,

Ini tentang kamu

Dan bagaimana diri-diri itu bersembunyi diantara ragu ragu yang pilu

Membuat semuanya berserakan rancu

Aku ingin tau, selalu ingin tau segalanya tentangmu

Bukan hanya diri, sampai pada fikir

Aku tau aku mengenal harap, dengan sangat baik bahkan

Hingga semua terasa transparan

Aku tau itu masih ada

Dan bahkan iya akan muncul dengan banyak cara

Termasuk dengan cara yang tak pernah disangka

Jakarta, 271119

aku ingin kau menjadi segalanya

terkadang, aku ingin kau menjadi kepanjangan tanganku

ingin kau menjadi kepalaku

menjadi kakiku

menjadi tanganku

menjadi semuanya.

namun rupanya kau hanya manusia

yang sekejap saja juga butuh nafas lega

yang sesekali mungkin juga meneteskan airmata.

aku ingin kau menjadi segalanya,

dan menjadikanku segalanya.

namun ternyata kita hanya bisa begini saja,

sebagai manusia biasa.

 

Jakarta 310719