Siapa itu manusia?

Siapa itu manusia?

Sedang tiap hari ia hanya menimbun luka

Mencerca lewat kata

Melihat tanpa rasa

Siapa itu manusia?

Yang menggerutu tak bekerja

Yang mengadu mengada-ada

Yang suka merasa tak bersalah

Siapa sebenarnya manusia?

Bercengkrama tanpa melihat wajah

Tertawa diatas duka yang amba

Terbujur kaku dengan permata

Lalu,

Siapa sebenarnya mereka ?

Jakarta, 080918

Advertisements

hai, kamu!

hai!

iya kau, yang selalu duduk diujung sana.

iya kau, yang bingung lagi harus berkata apa.

tak bisakah sedikit membuka mulut dan bertanya :

‘halo, ada yang bisa aku bantu?’

atau mungkin sekedar kata maaf yang tak cuma dibibir saja.

hai, kamu.

aku menanti disini.

 

Jakarta,240818

Jiwa jiwa

Yang lelah mencari alasan untuk bertahan

Dengan segala rupa kesenangan

Dengan segala bentuk yang tak pernah terduga

Menyerah, bukan untuk mengalah

Bukan juga untuk berubah

tapi untuk menjadi searah dan terarah

Jakarta, 150818

Di depan stasiun kota

Ada yang bergerak menuju kearahmu

Ada yang menjauh tak tau arah laju

Sibuk sendiri menentukan waktu

Disatu sisi,

Hari terus menggerus dengan angkuh

“Apakah ada ragu?”

Tanyaku saat itu.

“Akan ada cara, untukku menujumu” jawabmu.

Sambil berlalu,

Ucapanmu terpatri didadaku

Sambil berlalu,

Ada harap bermekaran dipikirku.

Jakarta, 270618

Lewati kataku

Nyaris pada setiap jeda selalu ada wajahmu

Memandang balik kearahku

Dengan mata sayumu

Menggerogoti nadi hingga ulu hatiku

Mungkin selama ini aku lebih suka berteriak lantang

Tentang segala hal yang menurutku tak patut untuk dilakukan

Sedang kamu terus saja diam

Tanpa ada balas yang berkepanjangan

Oh, mungkin memang kamu tak suka berseteru

Tapi sungguh bukan karena itu.

Hatiku, fikirku, tak pernah bisa terbaca hanya dengan raut muka itu

Begitu juga denganmu

Melewati kata, meninggalkan rasa yang selalu terpendam

Mungkin dengan itu harap ada dan selamat

Tanpa takut memudar sebelum kiamat.

Jakarta, 290518

Aku, kamu dan hidup

Yang artinya hidup

Berarti berjalan untuk menerima

Mungkin juga untuk memberi apa yang kita punya

Meski kadangkala lebih banyak pahitnya

Namun tak apa

Asalkan kau ada didepan mata

(Mungkin) aku (akan) bahagia

Yah, semoga bukan retorika belaka

Jakarta, 270518