Lewati kataku

Nyaris pada setiap jeda selalu ada wajahmu

Memandang balik kearahku

Dengan mata sayumu

Menggerogoti nadi hingga ulu hatiku

Mungkin selama ini aku lebih suka berteriak lantang

Tentang segala hal yang menurutku tak patut untuk dilakukan

Sedang kamu terus saja diam

Tanpa ada balas yang berkepanjangan

Oh, mungkin memang kamu tak suka berseteru

Tapi sungguh bukan karena itu.

Hatiku, fikirku, tak pernah bisa terbaca hanya dengan raut muka itu

Begitu juga denganmu

Melewati kata, meninggalkan rasa yang selalu terpendam

Mungkin dengan itu harap ada dan selamat

Tanpa takut memudar sebelum kiamat.

Jakarta, 290518

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s