Why am i always waiting?

Jika lelaki benar-benar memilihmu, apa iya menunggu harus jadi pilihat yang satu?

Mengapa memilih menunggu?

Jika hati sudah (dirasakan) menjadi satu?

Iya juga, pikirku.

Jadi? Harus aku biarkan dia yang menunggu?

Dengan berulang kali kubiarkan diriku menunggu

Satu…

Dua…

Tiga…

Mengalah untuk pilihan hidup

Haruskah?

Menunggu lagi

Apakah ada keyakinan ia akan jadi milik?

Dengan pengorbanan yang tak sedikit

Perlu berapa lama lagi?

Iya, aku menunggu

Terus menunggu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s