memulai, kembali.

Day after day, I must face a world of strangers
Where I don’t belong, I’m not that strong
It’s nice to know that there’s someone I can turn to
Who will always care, you’re always there

(Carpenters – I Won’t Last A Day Without You)

***

memulai mungkin sama sulitnya dengan mengakhiri. mencintai apa sama sulitnya dengan membenci? me-benci? menjadi benci?

antara sebuah khayalan dan kenyataan yang perlu untuk dijalankan. dan buah-buah cobaan yang sekiranya mulai bertengger dalam pikiran, apa iya seberat itu kenyataan yang harus dijalankan?

berkata-kata memang mudah. dan janji-janji, apa iya akan selalu ada di dalam hati?

“engkau siapa?”

bertanya-tanya pada sosok liyan yang mengganggu pikiran. yang selalu saja menjadi bulan-bulanan. liyan? apa iya? bukankah itu yang membuat adalah kita?

berbicara, membicarakan. bercinta, mencinta. akan samakah sulitnya? ah! mungkin aku terlalu banyak berbicara.

***

memulai mungkin begini rasanya, tidak mudah. tidak lantas begitu saja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s