Lara : candu

Kau tau apa sakit yang paling nikmat seumur hidupku : mencintaimu

Bahagia yang tercipta adalah candu yang menggelora

Dan sakitnya, perlahan kunikmati sebagai kebahagiaan yang tertunda

Berkali kali kurasa

Seperti anggur yang tak pernah habis kuteguk 

Seperti itu kiranya lara berjalan mengendap-endap di dada

Memabukkan.
Jakarta, 201016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s