Peluh – keluh – peluru

diantara bulir peluh masih ada keluh

lalu akan kemana lagi rasa berlabuh?

saat asa sudah tak bisa lagi dieja

otak dipaksa berputar sedemikian kencangnya

lalu siapa mau menerima?

sekarang bukan lagi saat untuk mendendam

bukan saat untuk bertahan dalam kesendirian

tapi saat untuk bersama berpegangan tangan

menjadi ahli dalam apresiasi

Peluh – Keluh – Peluru

 

Jakarta, 191016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s