Arina Habaidillah

setelah begitu lamanya tidak lagi menulis, maka kemudian menulis adalah sebuah keharusan bagi saya. lebih tepatnya mungkin, kembali menulis.

sejak kepindahan saya waktu itu, 6-8 tahun yang lalu saya menonaktifkan semua blog saya. mungkin trauma. bayangkan ketika anda trauma untuk kembali menulis, kira0kira apa yang terjadi dalam kehidupan anda ? hampa, mungkin.

“… karena kau menulis. suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi , sampai jauh, jauh di kemudian hari” begitu kata seorang penulis kebanggaan saya, Pramoedya Ananta Toer. selama itu, 6-8 tahun berjalan selalu terngiang-ngiang “kapan aku akan menulis lagi?” sungguh suatu keadaan yang — bagi pembaca mungkin berlebihan, tapi percayalah ini adalah suatu perang batin dan pikiran yang begitu bergejolak. hingga sekarang, saya memutuskan untuk kembali menulis.

mari, mari kita menulis, mari kita berproses menuju keabadian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s